Aku dan kamu pernah menjadi kita. Kita pernah memperjuangkan kisah yang sama. Kita pernah duduk di senja yang sama. Kita pernah teduh berdua serambi menunggu reda. Kita pernah memburu sunrise membelah jalanan kota di pagi buta. Merasakan dinginnya udara pagi menusuk tulang dan mata yang masih bengkak karena kurang tidur. Lalu bercengkerama sampai matahari tak lagi memancarkan rona warna yang indah (sunrise). Kita pernah menghabiskan malam di telepon. Pernah melakukan banyak hal-hal indah. Aku tahu semua perihalmu. Lagu-lagu apa saja yang kamu sukai dan sering memutarnya di Indekos tempat perisitirahatan selama aku kuliah. Juga diam-diam selalu nyanyikan sepenuh jiwa. Aku tahu makanan apa yang kamu senangi, kita punya selera makanan yang sama. Aku juga hafal judul buku apa saja yang sudah kamu baca. Kamu orang yang pantas aku perjuangkan, dulunya. Merasakan suka dan duka bersama-sama. Aku benar-benar jatuh cinta waktu itu. Hingga menjadikanmu sebagai orang yang ku ja...