Langsung ke konten utama

Berburu Angpao Merah

  • Berburu Angpao Merah
Gong Xi Fat Cai...Gong Xi Gong Xi.....
Hari ini adalah hari lebaran Imlek bagi seluruh umat Tionghoa di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali umat Tionghoa di Bangka Belitung. Hari ini adalah hari yang sangat dinantikan oleh umat Tionghoa, eh tapi tentunya saya nggak kalah senang dong, tau kenapa? Yup benar....berburu Angpao merah. 
Berhubung hari raya islam masih lama, aku menyempatkan diri bertamu ke rumah temen-temen. Niatnya sih hari ini mau belajar buat sidang Jumat depan, tapi karena udah diundang, jadi ya terpaksa untuk hari ini untuk tidak belajar dulu. Sebelum pergi bertamu, saya melakukan aktivitas biasa membersihkan  rumah, mencuci pakaian, masak air, memasak nasi dan lain sebagainya. Setelah semuanya beres, akupun mempersiapkan diri dengan serapi mungkin dan tepatnya pukul 10 saya sudah meluncur ke lokasi tujuan tamu yang pertama, dia Johan, teman satu KKN dan satu fakultas. Setelah mengetahui Johan yang mengajak untuk ke rumahnya di grup KKN kami. Rumah Johan terletak di Desa Kayu Besi Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Jujur ini pertama kalinya saya kesana. Cukup kesulitan mencari rumah nya karena sinyal Indosat tiba2 hilang total, ya Allah sedih. Beruntung karena nama desanya tau jadi tinggal nanyak sama orang. Dan saya pun sampai. Di depan rumah saya langsung di sambut oleh kedua orangtua johan dan ketiga adiknya. Akupun menyalami kedua orangtua Johan juga adik-adiknya dan dipersilahkan untuk masuk.
“Ini Agus Cik kan” tanya Ayahnya. Terlihat ibu yang berdiri disampingnya hanya tersenyum begitu juga dengan ketiga adiknya.
“Iya Om, saya Agus Cik ” jawabku cengengesan. 
“Silahkan masuk nak Agus, silahkan duduk” sambung ibunya dengan nada yg ramah. Aku tersenyum. Orangtua mereka sangat akrab dan ramah. Akrab banget malahan. Aku suka kepada orang-orang yang sangat akrab dan murah senyum. Akupun mulai melangkahkan kaki dan menempelkan pantatku yang terasa kram karena terlalu lama duduk di motor, aseli pegel banget cek, butuh waktu sekitar 40 menit untuk sampai kesini. Beberapa makanan sudah diletakkan di atas meja, seperti sudah siap untuk di santap oleh tamu....Cacing-cacing yang ada di dalam perutku mulai meronta-ronta.
“Silahkan di makan Acik kue nya, ga usah malu ya anggap saja ini di rumah sendiri” Sahut Johan dengan nada santai.
“Iya Han, santai bai jom, lagi pula aku belum laper, baru aja makan tadi di rumah” padahal belum makan sama sekali, minum pun nggak.
“Hahaha tumben Cik, biasanya kalo baru duduk di kursi pasti kamu langsung membuka toples” tawa Johan.
“Eh, kok tau..., aku coba makan ini ya”
“Iya, makan saja makan sepuasnya” tak lama kemudian Ibu Johan menawarkan untuk makan bakso dan tekwan yang diletakkan di samping kursi dan duduk tak jauh dari saya, Ayah dan ketiga adiknya juga duduk dikursi bersama ketiga adiknya....BUSYET...ini mau rapat atau gimana, rame amat....tidak seperti orang biasanya,yang memilih duduk didapur dan membiarkan tamu dan anaknya saja yang duduk di kursi tamu. Kamipun bercerita, mulai dari masalah kuliah dan lain sebagainya. Oh iya aku lupa, ternyata adiknya johan (adik pertama) kuliah di UBB jurusan ekonomi. Pantesan mukanya nggak asing lagi, kayak pernah liet tapi dimana gitu. Tak terasa matahari tepat diatas kepala. Jam 1 siang, Putri P.H dan kedua temannya sampai. Oh iya, aku kenalin dulu, Putri ini mhasiswa Sosiologi satu tim KKN pacarnya Baihagi teman satu fakultas juga satu tim KKN. Tamu undangan semakin banyak yang datang dan kamipun berpindah ke meja dapur dan tetap melanjutkan pembicaraan ber 5, Saya, Johan putri dan kedua temannya. Pukul 3 sore kami pun pulang. Kami nggak dapat Angpao sama sekali, padahal niatnya berburu angpao hehe... pengennya sih angpao yang isi di dalamnya berwarna merah yang didalamnya terdapat foto Ir. Soekarno dan Muh. Hatta. Putri dan kedua temannya pulang kerumah, sedangkan aku masih ingin bertamu.
Nah, kali ini bersama HURAY-HURAY Squad. Aku nyusul mereka yg sedang bertamu juga. Kami ber 6 (dari yang paling tua) yaitu Kak Nonie, Kak Husna, Ardian, Andri, Saya dan terakhir Alfin. Tujuan kami yang pertama ke rumah Phillips, dia ini finalis bujang dayang Pangkalpinang tahun 2019 dan kami sudah sering bertemu kebetulan satu komunitas juga. Dia orang kaya guys, rumahnya besar dan didalamnya banyak sekali makanan juga Angpao yang di gantung dipohon yang diletakkan di sudut ruangan yang tak jauh dari kursi tamu. Kami pun menikmati makanan yang sediakan di atas meja dan seperti biasa tertawa terbahak-bahak. Membicarakan apa saja yg bisa di bicarakan. Sambil menikmati makanan mata ku selalu tertuju pada angpao berwarna merah yg di gantung di pohon di sudut ruangan. Huss...udah tua, mana dapet angpao. Setelah satu jam lamanya, kami pun pamit pulang dan ternyata Zonk..nggak dapat angpao guys sedih banget. Kami melanjtkan bertamu ke rumah lainnya, kali ini temannya Kak Nonie yang terletak di Bukit Lama ternyata temannya kak Nonie itu pegawai di Rektorat di UBB....makanan yang disediakan mereka juga tidak kalah banyaknya.....sebenarnya, aku sih sudah kenyang karena terlalu banyak makan di rumah sebelumnya, tapi ya ku lihat yang lain dengan asyiknya menikmati hidangan, ya sudh aku pun ikut menikmati hidangan yang telah disediakan. Jam menunjukkan pukul 17:15 WIB, kami masih mau melanjutkan kerumah selanjutnya, bossnya kak Husna, tetapi si Alfin udah di telepon sama ibunya dan kami pun memutuskan untuk pulang semuanya.
Huh, hari ini cukup melelahkan memang karena malam ini saya harus menuliskan cerita hari ini di blog dan harus melanjutkan belajar buat sidang Jumat, semangat Cik, satu minggu ituwaktu yang singkat masih banyak materi yang haris dipelajari.. Angpao merah tak dapat tapi gpp hehe...Saya bersyukur mungkin ini adalah perayaan imlek yang paling seru karena hari ini tidak hujan dan tidak banjir,  tidak seperti Imlek tahun-tahun sebelumnya . Sekali lagi, selamat lebaran Imlek bagi yang merayaknnya. Gong Xi Fat Cai....Gong Xi Gong Xi.

Komentar