Langsung ke konten utama

Perihal menyatakan perasaan

Perihal Menyatakan Perasaan

       Besar kemungkinan setiap orang pernah berada pada fase ini. Dilema antara tetap memendam perasaan atau menyatakan. Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang memilih memendam. seperti aku misalnya, aku takut perasaanku tidak terbalas. Meski aku tahu, kemungkinan terburuk dari mencintai hanyalah tidak dicintai kembali. Dan, itu sesungguhnya tidak teramat buruk. Bahkan ada yang lebih buruk dari itu, saat aku tidak berani menyatakan perasaan. aku akan dihantui pertanyaan seumur hidup: Apa kau pernah mencintai ku juga?
      Banyak orang akhirnya menyesal seperti yang diceritakan difilm-film dan buku-buku. perasaan yang terlambat dinyatakan. Padahal sebenarnya kau juga punya perasaan yang sama. Hanya saja, kau juga tidak punya keberanian untuk menyatakan. Dan, saat salah satu dari kau dan aku memberanikan diri menyatakan, saat itu salah satu dari kita sudah punya pasangan. Itu menyakitkan, bukan? Andai saja aku berani m,enyakan, tentu hal sesakit itu tidak akan terjadi.
      Perasaan yang tumbuh di dada. Bukanlah perasaan yang salah. Setiap orang berhak dijatuhi cinta. Dan, dari teori mana yang kau pelajari, cinta tak akan pernah salah. Perasaan adaalh perasaan meski saat jatuh dan membuat patah, cinta terlihat kejam dan menyakitkan. Namun, harus diingat-ingat lagi, setiap hal yang jatuh selalu punya masa baik. Semisal buah yang jatuh, jika tidak cepat diambil dan dimakan, akan menjadi buah yang busuk atau mungkin akan diambil orang.
      Begitulah perasaan. Saat dia memilih jatuh cinta di hatimu. Kau hanya punya pilihan. Mengambilnya atau menyatakan atau membiarkan waktu membuatnya hilang atau mungkin diambil orang lain. sebab itu, aku tidak ingin terlambat. Aku ingin mengambilnya, memilih menyatakan perasaan. Ah, ku pikir soal perasaan bukan perihal jenis kelamin perempuan atau laki-laki. Perihal perasaan semuanya sama. Perempuan maupun laki-laki berhak untuk bahagia. Aku memilih menyatakan perasaan bukan semata agar kau membalas perasaanku, tak lain hanya ingin kau tahu, aku orang yang jatuh cinta kepadamu dan tidak ingin menyimpannya sendiri. 


          "SEBAB TUGAS ORANG MENYATAKAN PERASAAN HANYALAH PERASAAN. HANYA MEMBERI TAHU, BAHWA IA PUNYA PERASAAN. BUKAN MEMASTIKAN PERASAAN ITU TERBALAS. PERIHAL TERBALAS ATAU TIDAK, ITU URUSAN LAIN."












Komentar

  1. Waah sangat memotivasi, tp kata 'atau' sepertinya bisa diganti tanda koma jika kalimatnya lebih dr 2 arti.
    Semangaat tok cik! Semoga terbalaskan haha~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha....makasih nek Indria, aamiin aamiin hahaha

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesona Jembatan Emas

........ Sore itu tepatnya Sabtu, 17 Oktober 2020. Aku sengaja pergi mengunjungi tempat yang aku rasa itu bisa menenangkan pikiran, menghilangkan stress dan mengusir kebosananku. Menjauh dari bisingnya dunia, menjauh dari bayang-bayang angan. Sendirian tanpa melibatkan orang. Aku biasa mengunjungi tempat-tempat yang aku sukai, tempat yang ku rasa bisa membuat diri kembali berenergi.  Di sebuah jembatan Emas. Tempat dimana orang-orang datang sekadar untuk refreshing atau memanfaatkan waktu luangnya, apalagi di masa pandemi ini yang dimana orang2 lebih banyak di rumah.  Sore itu... Aku sengaja pergi menggunakan motor Vario Merah kesayanganku, menggunakan helm GM berwarna hitam, lengkap dengan jaket dan masker. Aku berangkat sekitar pukul 5 sore. Aku melejit di jalan Raya, Ku tancap gas dan menyalip-nyalip dengan lincah. Tidak butuh waktu lama untuk sampai kesana. Ketika sampai, seperti biasa Jembatan Emas selalu dipenuhi pengunjung, apalagi weekend seperti ini. Ada banyak sekali...

Kopi Pahit

     Malam kemaren aku bertemu dengan Alina di sebuah Cafe yang ada di Pangkalpinang. Ia selalu mengajak ku kesana ada sesuatu yang ingin dia ceritakan. sebenarnya sudah lama, tetapi aku belum punya waktu itu, mungkin sekrang aku terlalu sibuk atau memang terlalu menyibukkan diri hingga tidak punya waktu untuk bertemu. entahlah. 

Nekad

                                                                                Nekad      Covid-19 atau biasa disebut virus corona membuat sosialisasi antar manusia jadi terbatas. Membuat semua orang mengurung niatnya untuk bertatap muka ( face to face ). Tetapi itu tidak berlaku untukku. Aku bersi kerasa untuk tetap dan ingin bertemu, walaupun berkali-kali Ia bilang untuk tidak bertemu dulu. terlalu berisiko katanya. Aku bilang aku bosan dan aku rindu. Obat paling mutahir ketika rindu adalah bertemu. Hingga akhirnya ia mengiyakan dan menuruti kemauanku untuk bertemu. Dia juga rindu katanya.        Dan kami berdua memutuskan pergi ke suatu tempat yaitu pantai, tempat favorit kami berdua. Tempat yang kami pikir bisa menghilangkan rasa lelah, penat ...