Langsung ke konten utama

Postingan

Pesona Jembatan Emas

........ Sore itu tepatnya Sabtu, 17 Oktober 2020. Aku sengaja pergi mengunjungi tempat yang aku rasa itu bisa menenangkan pikiran, menghilangkan stress dan mengusir kebosananku. Menjauh dari bisingnya dunia, menjauh dari bayang-bayang angan. Sendirian tanpa melibatkan orang. Aku biasa mengunjungi tempat-tempat yang aku sukai, tempat yang ku rasa bisa membuat diri kembali berenergi.  Di sebuah jembatan Emas. Tempat dimana orang-orang datang sekadar untuk refreshing atau memanfaatkan waktu luangnya, apalagi di masa pandemi ini yang dimana orang2 lebih banyak di rumah.  Sore itu... Aku sengaja pergi menggunakan motor Vario Merah kesayanganku, menggunakan helm GM berwarna hitam, lengkap dengan jaket dan masker. Aku berangkat sekitar pukul 5 sore. Aku melejit di jalan Raya, Ku tancap gas dan menyalip-nyalip dengan lincah. Tidak butuh waktu lama untuk sampai kesana. Ketika sampai, seperti biasa Jembatan Emas selalu dipenuhi pengunjung, apalagi weekend seperti ini. Ada banyak sekali...
Postingan terbaru

PERIHAL MENUNGGU

Perihal menunggu,aku yang paling tahu. Langit saja sudah jemu menyaksikan kebodohanku yang terus meyakini sebuah kalimat darimu. "Tunggu aku," katamu beberapa waktu llu. kala itu, aku hanya mengangguk setuju. Namun, ternyata menunggumu tak pernah semudah yang kubayangkan. aku harus menunggumu, yang sedang berbagi rasadengan sosok lain disisimu. Sungguh, aku meragu pada apa yang bentang di hadapan kebersamaan kita pada masa depan yang direncanakan. menunggu menjadi jalan terbaik sampai kupikir, kita tidak bisa berada ei jalan yang sama lagi. tidak denganmu. Siapakah yang paling tahu tentang masa depan? Baik aku maupun kau, tak ada yang bisa menentukan. Hidup ini seperti uang logam. Satu sisi adalah masa depan yang kuyakini–kebersamaan, sedangkan satu sisi lain adalah masa depan yang kauyakini–perpisahan. Kita hanya perlu menunggu tangan semesta melemparkan uang logam itu dan melihat sisi mana yang akan muncul dan menjadi kenyataan. Aku percaya, bahwa tanpamu segalanya akan bai...

Patah hati

Aku dan kamu pernah menjadi kita. Kita pernah memperjuangkan kisah yang sama. Kita pernah duduk di senja yang sama. Kita pernah teduh berdua serambi menunggu reda. Kita pernah memburu sunrise membelah jalanan kota di pagi buta. Merasakan dinginnya udara pagi menusuk tulang dan mata yang masih bengkak karena kurang tidur.   Lalu bercengkerama sampai matahari tak lagi memancarkan rona warna yang indah (sunrise). Kita pernah menghabiskan malam di telepon. Pernah melakukan banyak hal-hal indah. Aku tahu semua perihalmu. Lagu-lagu apa saja yang kamu sukai dan sering memutarnya di Indekos tempat perisitirahatan selama aku kuliah. Juga diam-diam selalu nyanyikan sepenuh jiwa. Aku tahu makanan apa yang kamu senangi, kita punya selera makanan yang sama. Aku juga hafal judul buku apa saja yang sudah kamu baca. Kamu orang yang pantas aku perjuangkan, dulunya. Merasakan suka dan duka bersama-sama. Aku benar-benar jatuh cinta waktu itu. Hingga menjadikanmu sebagai orang yang ku ja...

Nekad

                                                                                Nekad      Covid-19 atau biasa disebut virus corona membuat sosialisasi antar manusia jadi terbatas. Membuat semua orang mengurung niatnya untuk bertatap muka ( face to face ). Tetapi itu tidak berlaku untukku. Aku bersi kerasa untuk tetap dan ingin bertemu, walaupun berkali-kali Ia bilang untuk tidak bertemu dulu. terlalu berisiko katanya. Aku bilang aku bosan dan aku rindu. Obat paling mutahir ketika rindu adalah bertemu. Hingga akhirnya ia mengiyakan dan menuruti kemauanku untuk bertemu. Dia juga rindu katanya.        Dan kami berdua memutuskan pergi ke suatu tempat yaitu pantai, tempat favorit kami berdua. Tempat yang kami pikir bisa menghilangkan rasa lelah, penat ...

Perihal menyatakan perasaan

Perihal Menyatakan Perasaan        Besar kemungkinan setiap orang pernah berada pada fase ini. Dilema antara tetap memendam perasaan atau menyatakan. Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang memilih memendam. seperti aku misalnya, aku takut perasaanku tidak terbalas. Meski aku tahu, kemungkinan terburuk dari mencintai hanyalah tidak dicintai kembali. Dan, itu sesungguhnya tidak teramat buruk. Bahkan ada yang lebih buruk dari itu, saat aku tidak berani menyatakan perasaan. aku akan dihantui pertanyaan seumur hidup: Apa kau pernah mencintai ku juga?       Banyak orang akhirnya menyesal seperti yang diceritakan difilm-film dan buku-buku. perasaan yang terlambat dinyatakan. Padahal sebenarnya kau juga punya perasaan yang sama. Hanya saja, kau juga tidak punya keberanian untuk menyatakan. Dan, saat salah satu dari kau dan aku memberanikan diri menyatakan, saat itu salah satu dari kita sudah punya pasangan. Itu menyakitkan, bukan? Andai saja aku beran...

Berburu Angpao Merah

Berburu Angpao Merah Gong Xi Fat Cai...Gong Xi Gong Xi..... Hari ini adalah hari lebaran Imlek bagi seluruh umat Tionghoa di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali umat Tionghoa di Bangka Belitung. Hari ini adalah hari yang sangat dinantikan oleh umat Tionghoa, eh tapi tentunya saya nggak kalah senang dong, tau kenapa? Yup benar....berburu Angpao merah.  Berhubung hari raya islam masih lama, aku menyempatkan diri bertamu ke rumah temen-temen. Niatnya sih hari ini mau belajar buat sidang Jumat depan, tapi karena udah diundang, jadi ya terpaksa untuk hari ini untuk tidak belajar dulu. Sebelum pergi bertamu, saya melakukan aktivitas biasa membersihkan   rumah, mencuci pakaian, masak air, memasak nasi dan lain sebagainya. Setelah semuanya beres, akupun mempersiapkan diri dengan serapi mungkin dan tepatnya pukul 10 saya sudah meluncur ke lokasi tujuan tamu yang pertama, dia Johan, teman satu KKN dan satu fakultas. Setelah mengetahui Johan yang mengajak untuk ke rumahnya di gr...

Kopi Pahit

     Malam kemaren aku bertemu dengan Alina di sebuah Cafe yang ada di Pangkalpinang. Ia selalu mengajak ku kesana ada sesuatu yang ingin dia ceritakan. sebenarnya sudah lama, tetapi aku belum punya waktu itu, mungkin sekrang aku terlalu sibuk atau memang terlalu menyibukkan diri hingga tidak punya waktu untuk bertemu. entahlah.